Ayat Inti : “Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar.” 1 Timotius 4:13 {ITB}

Tuhan telah memberikan umat-umat-Nya bahan bacaan yang sangat terpilih. Hendaknya Firman Tuhan mendapatkan tempat di setiap ruangan di rumah. Tempatkanlah Alkitab, roti hidup, di tempat yang terlihat jelas. Hendaknya uang yang dihabiskan untuk majalah digunakan untuk membeli buku-buku yang berisi kebenaran masa kini, dan hendaklah buku-buku ini diberikan tempat yang mencolok di rumah. Buku-buku ini dapat secara aman ditempatkan di hadapan anak-anak dan pemuda. Buku-buku novel seharusnya tidak mendapatkan tempat di rumah orang-orang yang mempercayai Kristus. Janganlah menyimpan buku-buku yang dilambangkan sebagai kayu, jerami, dan tunggul di hadapan pemuda, karena itu akan meracuni selera mereka dari hal-hal yang dilambangkan sebagai emas, perak, dan bebatuan yang berharga. Kecenderungan untuk bacaan yang ringan dan tak bermutu harus disangkal dengan keras.

Simpanlah selalu literatur yang terpilih dan dapat mengangkat jiwa di hadapan para anggota keluarga. Bacalah buku-buku dan naskah-naskah kita. Pelajari mereka. Jadilah akrab dengan kebenaran-kebenaran yang dimuat dalam buku-buku itu. Ketika engkau melakukan ini, engkau akan merasakan pengaruh Roh Kudus. Setiap momen dalam kehidupan itu berharga, dan harus digunakan untuk menyiapkan kehidupan kekal di masa depan. Hendaknya akal budi diisi dengan pokok Firman Tuhan yang mengangkat dan mempermuliakan jiwa, supaya engkau dapat siap sedia setiap saat untuk memberitakan firman kepada orang-orang yang datang ke dalam ruang lingkupmu. Pembacaan dari buku-buku kita tidak akan membuat mental kita menjadi suram. Tak satu pun dari kita yang menerima roti hidup akan dirugikan, tetapi ketika buku-buku ini dibaca, akal budi kita akan diperlengkapi dengan hal-hal yang akan menetapkan hati di dalam kebenaran.

Kita harus mempersiapkan diri kita untuk tugas-tugas yang paling khidmat. Dunia ini harus diselamatkan. Dalam pandangan mengenai pekerjaan besar yang harus diselesaikan, bagaimana bisa seseorang menyia-nyiakan waktu dan cara-cara berharga yang diberikan Tuhan untuk melakukan hal-hal yang tidak berguna untuk kebaikannya sendiri ataupun untuk kemuliaan Tuhan?